JAKARTA - Awal Maret 2026 menghadirkan pilihan tontonan berbeda bagi pencinta film nasional.
Setannya Cuan hadir sebagai horor komedi yang tidak sekadar menawarkan tawa dan ketegangan, tetapi juga sentuhan satir sosial yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat.
Momentum penayangannya semakin menarik karena bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 H, sebuah waktu yang identik dengan refleksi dan pengendalian diri. Film ini seperti mengajak penonton menertawakan realitas, sekaligus merenungkan makna di balik ambisi instan manusia.
Film Indonesia ini resmi menggelar gala premiere pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Epicentrum XXI Jakarta. Penayangan serentak dijadwalkan mulai Kamis, 5 Maret 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Kehadirannya langsung menyedot perhatian publik dan pecinta film lokal yang penasaran dengan perpaduan genre yang diusungnya.
Gala Premiere dan Suasana Ramadan
Gala premiere berlangsung di tengah suasana khidmat Ramadan. Kontras antara nuansa religius dan genre horor komedi justru menjadi daya tarik tersendiri. Sutradara Sahrul Gibran menegaskan pesan moral film ini saat media menemuinya.
Ia mengatakan, “Film ini tidak hanya menawarkan tawa dan ketegangan. Namun, ada pesan mendalam tentang sikap manusia yang ingin serba instan dalam mencapai sesuatu,”.
Film ini juga menjadi salah satu penampilan layar lebar terakhir mendiang Babe Cabita. Suasana gala terasa hangat sekaligus emosional. Banyak pemain mengenang proses syuting yang penuh tantangan, terutama karena lokasi berada di kawasan pegunungan dengan suhu ekstrem.
Sutradara Jay Sukmo mengenang pengalaman tersebut. Ia berkata, “Kenangannya kita dingin-dingin bareng, sampai 14 derajat pernah itu. Kita di lokasi pakai selimut hotel bareng-bareng karena kedinginan,”. Tantangan alam tersebut justru mempererat kebersamaan para pemain dan kru.
Sinopsis Persaingan Adang dan Asep
Cerita Setannya Cuan berfokus pada persaingan dua jawara kampung, Adang dan Asep, yang memperebutkan kursi lurah di kampung fiktif Cicalengka. Kemenangan Adang ternyata menjadi awal petaka. Ia bangkrut dan ditinggalkan sang istri, sementara Asep mendadak kaya raya.
Rahasia kekayaan Asep terungkap melalui Ujang yang mengetahui keterlibatan dukun Rojan. Dukun tersebut memberi angka togel sakti kepada Asep. Ketika Adang meminta bantuan, Rojan bersedia menolong dengan syarat keji: Adang harus menghabisi Asep dan mencuri batu nisannya.
Setelah kematian Asep, kekacauan melanda desa. Adang terus menang togel. Warga yang tergiur pesugihan mulai berburu hantu seperti pocong, tuyul, dan babi ngepet. Unsur horor lokal dipadukan dengan komedi khas Sunda, menciptakan suasana tegang sekaligus menggelitik.
Deretan Pemeran dan Karakter Kuat
Film ini menggandeng sejumlah nama populer. Nadine Alexandra memerankan Mince, janda muda yang menjadi pusat perhatian. Fico Fachriza tampil sebagai Ujang. Joe P Project berperan sebagai Adang, sementara Anyun Cadel menjadi Asep. Dukun Rojan diperankan Candil.
Ben Kasyafani dan Dimas Andrean turut memperkuat jajaran pemain. Ben Kasyafani mengungkapkan, “Tujuh tahun dari tahun 2019. Saya juga cukup kaget pas dikasih tahu akhirnya film ini tayang.” Penantian panjang tersebut terasa emosional bagi para pemain.
Dimas Andrean juga membagikan pengalamannya. Ia mengatakan, “Wataknya jauh, jauh banget. Itu benar-benar preman kampung gitu kasarnya. Logatnya pakai bahasa Sunda.” Penggunaan bahasa Sunda menjadi identitas kuat film ini, mempertegas nuansa lokal yang kental.
Perjalanan Produksi Panjang
Sahrul Gibran bersama Jay Sukmo menyutradarai film ini dengan produksi dari Radepa Studio. Proyeknya sudah dimulai sejak 2019 dengan judul awal Djoerig Salawe. Pandemi membuat penayangannya tertunda hingga enam sampai tujuh tahun.
Sahrul Gibran kembali menegaskan visinya. Ia berkata, “Lapisan terdalamnya ialah satir soal manusia yang ingin semuanya instan. Kami ingin penontonnya tertawa, terkejut, tetapi juga pulang dengan perenungan,”. Pesan reflektif tersebut terasa relevan dengan suasana Ramadan.
Proses syuting berlangsung di Malabar, Bandung, dengan suhu yang kerap menyentuh angka ekstrem. Para pemain bahkan harus membuat api unggun demi menghangatkan tubuh. Pengalaman itu membentuk kekompakan yang kemudian terasa di layar.
Jadwal Tayang dan Daya Tarik
Setannya Cuan resmi tayang mulai 5 Maret 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Trailer film ini menampilkan perpaduan horor lokal dan dialog komedi khas Sunda. Unsur pocong, tuyul, dan babi ngepet tampil dengan sentuhan satir yang segar.
Film ini juga menyoroti fenomena togel dan pesugihan pada tahun 1980-an dengan latar 1983. Nuansa tempo dulu memperkuat atmosfer cerita. Perpaduan humor, teror, dan kritik sosial menjadikan film ini tidak sekadar hiburan.
Di balik tawa dan adegan menyeramkan, terdapat pesan moral tentang keserakahan manusia dan keinginan serba instan. Setannya Cuan menawarkan hiburan sekaligus perenungan. Dengan sinopsis unik dan deretan pemain berpengalaman, film ini siap menjadi warna baru perfilman Indonesia awal Maret 2026.