Menteri Trenggono Apresiasi KNMP Lateng Dorong Ekonomi Pesisir

Selasa, 03 Maret 2026 | 15:53:07 WIB
Menteri Trenggono Apresiasi KNMP Lateng Dorong Ekonomi Pesisir

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai pilot project kampung nelayan terpadu yang modern dan berkelanjutan. 

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan bahwa KNMP Lateng memiliki pendekatan berbeda dibandingkan kampung nelayan lain di Indonesia. 

“Setelah saya berkeliling tadi melihat pembangunannya bagus banget dan kualitas bangunannya juga, dan saya kira kontraktornya bagus ya. Kalau kemarin saya lihat di beberapa daerah lainnya kurang bagus dan sudah saya komplain,” ujarnya.

Proyek ini merupakan salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan KNMP di seluruh Indonesia. Trenggono menambahkan, KNMP Lateng tidak hanya fokus pada sarana prasarana produksi, melainkan juga pada hilirisasi hasil tangkapan nelayan, sehingga ikan dan produk laut dapat langsung diolah di lokasi. 

Model tematik semacam ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di level masyarakat pesisir, sekaligus memberi nilai tambah pada produk laut lokal sebelum dipasarkan.

Peran Pemerintah Daerah dan Pengawasan Kualitas KNMP

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas pembangunan KNMP Lateng yang dibangun sebagai ekosistem ekonomi pesisir terpadu. Ia menegaskan pengelolaan dan pengawasan tetap berada di tangan pemerintah daerah untuk memastikan kualitas dan kebersihan lingkungan, termasuk standar kuliner dan fasilitas umum. 

“Untuk pengawasan KNMP tetap dari pemerintah daerah. Jadi di setiap tempat yang pemda kelola mulai kebersihan, kualitas makanan dan tata kelola lingkungan dan lainnya,” jelas Ipuk.

Ia menambahkan, pembangunan KNMP ini bukan hanya untuk kepentingan produksi nelayan, tetapi juga bagian dari strategi mengembangkan pariwisata lokal. 

Kawasan ini dirancang untuk menarik wisatawan dengan konsep kuliner bahari, memperkenalkan olahan laut segar yang memiliki nilai tambah, sekaligus mempertahankan identitas budaya setempat.

Infrastruktur KNMP Lateng Mendukung Hilirisasi Hasil Laut

Pelaksana Proyek KNMP Lateng, Rendra Kurnia, menjelaskan bahwa enam unit bangunan utama kampung nelayan ini mengusung arsitektur khas Suku Osing, dipadukan dengan ornamen batik Gajah Oling dan sentuhan modern. Hal ini menciptakan identitas budaya yang kuat sekaligus menunjang fungsi komersial dan pariwisata.

Fasilitas yang dibangun meliputi dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, balai pertemuan, pabrik es, dan unit pengolahan hasil laut. Setiap fasilitas dirancang agar mendukung hilirisasi produk laut langsung di lokasi, sehingga nelayan dapat memperoleh nilai tambah dari tangkapan mereka. 

Dengan adanya unit pengolahan, masyarakat pesisir dapat memproduksi produk olahan ikan atau makanan laut siap konsumsi, yang selanjutnya dapat dipasarkan ke konsumen lokal maupun wisatawan.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Pesisir

Menteri Trenggono menekankan bahwa KNMP Lateng akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan integrasi fasilitas produksi, olahan, dan kuliner, kampung nelayan ini diharapkan mendorong peningkatan pendapatan nelayan dan membuka peluang usaha baru di sektor pariwisata dan perdagangan.

Selain dampak ekonomi, proyek ini juga memberikan kontribusi sosial dan budaya. Kehadiran KNMP Lateng memungkinkan masyarakat pesisir untuk mengakses fasilitas modern tanpa meninggalkan kearifan lokal. 

Aktivitas sehari-hari nelayan dan komunitas lokal dapat berjalan harmonis dengan pariwisata, menjadikan kampung nelayan sebagai model bagi pengembangan wilayah pesisir berkelanjutan di Indonesia.

KNMP Lateng Sebagai Model Nasional Kampung Nelayan Terpadu

Dengan kesuksesan pembangunan KNMP Lateng, KKP menargetkan proyek serupa dapat direplikasi di lokasi lain di Indonesia. Menteri Trenggono menekankan bahwa keberhasilan proyek ini bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan kampung nelayan terpadu nasional. 

Penerapan konsep hilirisasi hasil tangkapan ikan, integrasi fasilitas produksi, dan pengembangan destinasi kuliner merupakan model inovatif yang bisa ditiru di pesisir lain.

Bupati Ipuk Fiestiandani menambahkan, kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci utama kesuksesan proyek ini. 

Dengan pengawasan ketat dan standar kualitas yang jelas, KNMP Lateng tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil laut, tetapi juga sebagai simbol inovasi sosial, ekonomi, dan budaya di pesisir Banyuwangi.

Terkini